Doa Memohon Ampunan untuk Hari Kiamat

Tags



Doa Memohon Ampunan untuk Hari Kiamat
Doa memohon ampunan ini diucapkan oleh Nabi Ibrohim As semasa hidupnya untuk diampuni Allah ketika Hari Kiamat bersama orang-orang mu’min.

Doanya yaitu: 
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ[1]


(Robbanaa ighfir lii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab)

“Ya Tuhan Kami, ampunilah aku dan ayah ibuku dan orang-orang mu’min pada hari terjadinya perhitungan (hari kiamat)". [1]

Namun jika kedua orang tua kita bukanlah orang mu’min (non muslim) yang sudah meninggal maka kita tidak boleh mendoakan mereka, karena orang non mu’min (kafir) yang sudah mati tidak boleh didoakan karena sudah pasti masuk Neraka.

Maka kita harus merubah lafadz/ ucapan doanya menjadi seperti ini: 

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

(Robbanaa ighfir lii wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab)

“Ya Tuhan Kami, ampunilah aku dan orang-orang mu’min pada hari terjadinya perhitungan (hari kiamat)".

Allah melarang kita untuk mendoakan orang kafir atau non muslim yang sudah mati bahkan meskipun mereka itu adalah orang terdekat kita seperti ayah dan ibu kita. Sebagaimana Allah SWT yang telah Melarang Nabi Ibrohim dalam ayat Al-Quran lainnya agar tidak mendoakan ayahnya yang tidak mau masuk Agama Allah ketika itu, dan Allah juga telah melarang dan menegur Nabi Muhammad SAW agar tidak mendoakan pamannya (Abu Tholib) yang tidak mau masuk Agama Allah yaitu Agama Islam. Bahkan Allah SWT melarang Nabi Muhammad SAW untuk mensholatkan Abdullah bin Ubay bin Salul (Ketua Orang Munafiq Madinah) yang pura-pura Islam secara lahir, tapi tidak menerima kebenaran Islam bahkan menghina Rasulullah SAW. Bahkan karena Nabi Muhammad SAW ketika itu mensholatkan Abdullah bin Ubay bin Salul Allah SWT sampai menurunkan Firman-Nya: 

وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلاَ تَقُمْ عَلَىَ قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُواْ وَهُمْ فَاسِقُونَ [2]

“Dan janganlah kamu (Muhammad) sekali-kali mensholatkan (jenazah) seseorang (Abdullah bin Ubay bin Salul) yang mati di antara mereka (orang-orang munafiq Madinah), dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka (orang-orang munafiq) telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasiq.” [2]

Akhirnya setelah turun firman ayat Allah di atas, maka Nabi Muhammad Rasulullah SAW tidak pernah mensholatkan orang-orang munafik lagi setelahnya,, karena sudah ditegur oleh Allah akan HARAMnya mensholatkan orang-orang munafik.

Untuk penjelasan detailnya tentang hal-hal yang berhubungan dengan larangan ini, insya’Allah akan saya tulis di artikel lainnya. 



Referensi:
[1] Al Quran, Surat Ibrohim: ayat 41
[2] Al Quran, Surat At Taubah: ayat 84


EmoticonEmoticon