Doa Memohon Keselamatan


Doa memohon keselamatan ini diucapkan oleh Nabi Nuh As agar terhindar untuk memohon keselamatan bagi Nabi Nuh As dan bagi orang-orang mu’min yang bersamanya.

Doanya yaitu:
فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِي مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
(Faftah baynii wa baynahum fathan wa najjinii wa man ma’iya minal mu’miniin)

"Maka adakanlah suatu keputusan antara aku dan mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang mu’min yang bersamaku". [1]

Referensi:
[1] Al Quran, Surat Syu’aro: ayat 118

Doa Memohon Negeri atau Kota Yang Baik dan Terhindar dari Menyembah Berhala



Doa Memohon Negeri atau Kota Yang Baik dan Terhindar dari Menyembah Berhala
Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim As ketika memohon negeri yang baik, yang ketika itu adalah kota Mekah, dan doa agar terhindar dari menyembah berhala atau patung yang telah menyesatkan banyak manusia.





Doanya yaitu: 

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ . رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ[1]


(Robbi ij’al hadzal balada aaminan wajnubnii wa baniyya an na’budal ashnaam. Robbi innahunna adhlalna katsiiron minan naas)

"Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia.”[1] 



Referensi:
[1] Al Quran, Surat Ibrohim: ayat 35-36

Doa Memohon Keturunan Yang Baik

Doa Memohon Keturunan Yang Baik


Doa memohon keturunan yang baik ini diucapkan oleh Nabi Ibrohim As, dan Allah mengabulkan doanya dengan lahirnya Nabi Ismail As sebagai anak yang sholeh, dan dari Nabi Ibrohim As lah banyak lahir keturunan-keturunan Nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW yang nasab keturunannya berasal dari Nabi Ibrohim As.

Doanya yaitu: 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ[1] 


(Robbi ij’alnii muqiimas sholaati wa min dzurriyyatii Robbanaa wa taqobbbal du’aai)

“Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” [1] 



Referensi:
[1] Al Quran, Surat Ibrohim: ayat 40

Doa Memohon Ampunan untuk Hari Kiamat



Doa Memohon Ampunan untuk Hari Kiamat
Doa memohon ampunan ini diucapkan oleh Nabi Ibrohim As semasa hidupnya untuk diampuni Allah ketika Hari Kiamat bersama orang-orang mu’min.

Doanya yaitu: 
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ[1]


(Robbanaa ighfir lii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab)

“Ya Tuhan Kami, ampunilah aku dan ayah ibuku dan orang-orang mu’min pada hari terjadinya perhitungan (hari kiamat)". [1]

Namun jika kedua orang tua kita bukanlah orang mu’min (non muslim) yang sudah meninggal maka kita tidak boleh mendoakan mereka, karena orang non mu’min (kafir) yang sudah mati tidak boleh didoakan karena sudah pasti masuk Neraka.

Maka kita harus merubah lafadz/ ucapan doanya menjadi seperti ini: 

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

(Robbanaa ighfir lii wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab)

“Ya Tuhan Kami, ampunilah aku dan orang-orang mu’min pada hari terjadinya perhitungan (hari kiamat)".

Allah melarang kita untuk mendoakan orang kafir atau non muslim yang sudah mati bahkan meskipun mereka itu adalah orang terdekat kita seperti ayah dan ibu kita. Sebagaimana Allah SWT yang telah Melarang Nabi Ibrohim dalam ayat Al-Quran lainnya agar tidak mendoakan ayahnya yang tidak mau masuk Agama Allah ketika itu, dan Allah juga telah melarang dan menegur Nabi Muhammad SAW agar tidak mendoakan pamannya (Abu Tholib) yang tidak mau masuk Agama Allah yaitu Agama Islam. Bahkan Allah SWT melarang Nabi Muhammad SAW untuk mensholatkan Abdullah bin Ubay bin Salul (Ketua Orang Munafiq Madinah) yang pura-pura Islam secara lahir, tapi tidak menerima kebenaran Islam bahkan menghina Rasulullah SAW. Bahkan karena Nabi Muhammad SAW ketika itu mensholatkan Abdullah bin Ubay bin Salul Allah SWT sampai menurunkan Firman-Nya: 

وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلاَ تَقُمْ عَلَىَ قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُواْ وَهُمْ فَاسِقُونَ [2]

“Dan janganlah kamu (Muhammad) sekali-kali mensholatkan (jenazah) seseorang (Abdullah bin Ubay bin Salul) yang mati di antara mereka (orang-orang munafiq Madinah), dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka (orang-orang munafiq) telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasiq.” [2]

Akhirnya setelah turun firman ayat Allah di atas, maka Nabi Muhammad Rasulullah SAW tidak pernah mensholatkan orang-orang munafik lagi setelahnya,, karena sudah ditegur oleh Allah akan HARAMnya mensholatkan orang-orang munafik.

Untuk penjelasan detailnya tentang hal-hal yang berhubungan dengan larangan ini, insya’Allah akan saya tulis di artikel lainnya. 



Referensi:
[1] Al Quran, Surat Ibrohim: ayat 41
[2] Al Quran, Surat At Taubah: ayat 84

Kolaborasi Nafsu Jahat dan Setan

Quran Hadits Nafsu Jahat dan Setan memang musuh terbesar manusia. Bisa jadi terlintas di benak seorang mukmin, meskipun hanya sekilas sepercik kesadaran “Bagaimana aku terpuruk dalam kubangan aib tanpa pernah kusadari? Kenapa aku juga belum beranjak menuju Allah? Waktuku hilang, umurku melayang, tetapi tidak sejengkal pun aku bertambah dekat menuju Allah. Tidak pula pengetahuanku tentang-Nya. Semua berlalu sia-sia.

Sayangnya sepercik kesadaran ini segera dihadang nafsu jahat. Dengan dibantu setan, nafsu ini mencoba mengendurkan semangat orang mukmin tadi, melancarkan bujuk rayu dan godaannya, “Engkau masih lebih baik dibandingkan orang lain, bersyukurlah! Lihatlah keadaan manusia di zaman edan ini. Engkau sudah mengerjakan sholat, berhaji, berumroh, bersedekah, berdzikir kepada Allah, dan bersholawat kepada Nabi. Cobalah perhatikan orang itu, ia jauh dari Allah. Dibandingkan dengan dirimu, ia tidak ada apa-apanya. Engkau masih lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya.”

Rayuan maut dari kolaborasi antara nafsu dan setan tadi menghadang manusia untuk menghancurkan dan menjauhkannya dari momen-momen ketika ia sebetulnya tengah berada dalam Cahaya Allah untuk mencela hawa nafsu itu.
Tiada orang yang mencela dirinya
Sehebat orang yang merdeka yang luhur dan mulia
Orang menjadi baik
Adalah tergantung dengan siapa dia berteman
Setiap kali momen untuk menelisik aib diri sendiri mendatangi seorang mukmin, maka saat itu pulalah nafsu jahat datang menutupi aib itu rapat-rapat. Memang benar bahwa ada banyak orang yang lebih buruk daripada kita, tetapi apakah kita diciptakan untuk memandang orang yang lebih buruk itu? Berapa kali kita melihat orang menaiki mobil yang lebih bagus daripada mobil kita, lalu kita berharap mempunyai mobil yang sama? Bukankah sering sekali kita menyaksikan seorang mengenakan busana yang lebih mahal dibanding busana yang kita kenakan, lalu kita berharap memilikinya juga? Bukankah sering pula kita mendengar seorang mendapat limpahan harta dunia, lalu kita berharap mendapatkan hal serupa?

Kenapa kita tidak bersyukur? Bukankah sebagian orang kelaparan, sementara kita kekenyangan? Bukankah sebagian orang tidak memiliki pakaian atau kendaraan, sedangkan kita memilikinya? Mengapa dalam urusan dunia kita melihat ke atas, sementara dalam urusan akhirat kita melihat ke bawah?

Tahukah kita apa penyebabnya? Itulah nafsu yang tidak kita bersihkan dan tidak kita didik. Dialah musuh terbesar kita yang menghambat perjalanan kita menuju Allah.
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيم
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi Rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Qs Yusuf: ayat 53)
Setiap kali kita menarik nafas, setiap kali itu pula Tuhan kita Yang Maha Baik dan Maha Pemberi Rahmat berbuat baik dan memberi kita rahmat.
Atas semua itu, apa balasan kita terhadap-Nya?

Doa Ketika Menghadapkan Diri Kepada Allah



Doa Ketika Menghadapkan Diri Kepada Allah
Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrohim As ketika menghadapkan diri kepada Allah. Doa ini baik diucapkan kapanpun untuk menambahkan rasa khusyu dalam berdoa.

Doanya yaitu: 

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

 (innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardhi haniifan wa maa ana minal musyrikiin)

“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dengan agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” 



Referensi:
[1] Al Quran, Surat Al An’am: ayat 79

Tahun Demi Tahun Berlalu

Quran Hadits – Tahun demi tahun terus berlalu, tetapi aku merasa sama sekali belum memahami ayat-ayat Al-Quran. Belum satu pun ayat merasuk ke jiwaku. Hari demi hari juga terus berganti. Suatu malam aku tangisi dosa, tapi sepuluh malam aku lupa. Satu kali aku bertobat, namun berkali-kali aku rusak dengan maksiat. Lidah, mata, dan telingaku lepas tidak terkontrol. Begitu pula dengan kaki dan tanganku. Waktuku lepas begitu saja tanpa ada gunanya. Siang dan malam silih berganti datang mengurungku dalam kedunguan. Aku sama sekali tidak memanfaatkannya untuk memahami ilmu yang sebetulnya dapat menyatukanku dengan Sang Pencipta. Ketika aku menginginkan sesuatu, hawa nafsulah yang memandu dan menguasaiku.

Aku mencela sesuatu, kulakukan berdasarkan hawa nafsu. Hawa nafsu membuatku sibuk menelisik aib orang lain tanpa memperhatikan aibku sendiri. Hawa nafsu membuatku berbangga diri dan membesar-besarkan urusan dunia dengan segala rona-ronanya, padahal semua itu adalah Anugerah Allah semata. Nafsu membuatku sibuk mencari kedudukan di sisi manusia. Aku dicintai, tetapi juga dibenci. Aku diperbincangkan dan disanjung-sanjung, namun juga dicemooh dan dilecehkan.

Demikianlah yang terjadi pada diriku. Begitulah nilai diriku. Benarkah untuk semua ini aku diciptakan? Apakah untuk tujuan ini Allah menundukkan alam semesta untukku?
Tidak demikian! Aku diciptakan bukan untuk hidup layaknya orang sekarang. Aku memiliki tujuan hidup yang jelas, menyangkut keluarga dan umat ini. Aku melihat, hari demi hari umat semakin terpuruk dalam kekosongan, satu sama lain saling bermusuhan, dan mereka telah berpaling dari Allah.

Sepertinya tidak sedetik pun waktuku digunakan untuk mengangkat martabat umat ini. Aku telah bersikap masa bodoh terhadap keadaan mereka. Pura-pura tidak tahu bahwa darah mereka tumpah tanpa ada yang membela.
Mereka tercabik-cabik dalam konflik. Tidak sedikit diantara mereka yang menghadap kepada Allah dengan cara yang justru membawa aib bagi mereka sendiri, menghadap kepada Nabi dengan cara yang justru membuat hati beliau terluka.
Lalu apa tugasku di tengah situasi buruk seperti ini? Apakah aku ingin hidup seperti ini terus, layaknya hewan ternak yang tidak memberiku nilai sama sekali? Tanpa kerinduan kepada Allah, dan tanpa jerih payah untuk mendapatkan Karunia-Nya? Apakah aku takkan melangkah untuk membersihkan hati dan menjernihkan jiwa? Apakah aku akan membiarkan diriku dijemput ajal dalam keadaan seperti ini?
Dan, aib terbesar dari semua aib yang ada pada diriku adalah ketidaktahuanku terhadap aib ini!

Software Al-Quran Mushaf Madinah

Software Al-Quran Mushaf Madinah
Mushaf Madinah adalah software Al-Quran yang diterbitkan oleh Percetakan Raja Fahd di Madinah - Saudi Arabia. Perusahaan ini selain mencetak Al-Quran yang diterbitkan dan diedarkan di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, juga membuat software Al-Quran yang sangat bagus, rapi dan mudah digunakan.

Sebenarnya anda bisa mendownloadnya secara gratis di web Qurancomplex.org. Tapi untuk memudahkan saya upload ulang, dan server web resminya sering down plus loadingnya lama banget. Jadi saya berinisiatif menguploadnya di hosting sendiri di mediafire.

Screenshoots:

Panduan Instalasi:
  1. Buka Control Panel - Clock, Language, and Region - Region
  2. Ketika tab Region terbuka, pilih Administrative - Change system locale, lalu ganti nama bahasa pada  Current system locale menjadi Arabic (Saudi Arabia)
  3. Jika minta CD/ DVD windows, maka anda harus masukkan CD/ DVD nya, namun jika komputer/ laptop anda OS nya original, biasanya langsung minta restart
  4. Restart komputer/ laptop anda (proses ini agar software yang berbahasa arab bisa dipakai di laptop anda)
  5. Ekstrak file Mushaf Madinah tadi dengan winrar/ winzip
  6. Buka foldernya dan klik 2 kali file setup.exe
  7. Klik tombol التالي (attali) terus sampai proses instalasi selesai
  8. Selesai

Download Link:

Ukuran File:
  • 60 mb